GUITAR PRO 6
Guitar Pro adalah alat yang membantu dalam belajar untuk berdua bermain dan menulis musik untuk gitar.
Menemukan perangkat lunak yang sesuai untuk membantu belajar bermain alat musik kadang-kadang dapat membuktikan menjadi lebih sulit dari sekedar duduk dan mengajar diri sendiri. Sebuah jumlah yang tidak proporsional dari program mengikis permukaan dan tidak memberikan fleksibilitas, kedalaman atau dukungan yang Anda butuhkan. Untungnya, Guitar Pro menyediakan alat lengkap yang akan membawa Anda dari tuning gitar, melalui pembelajaran timbangan dan bahkan menulis musik Anda sendiri lembar. cara mudah untuk belajar bermain guitar cara yang mudah, dengan menggunakan guitar pro 6 anda seperti privat dengan guru yang provesional. bagaimana caranya? langsung saja download softwere Guitar Pro 6.
sesudah kalian sudah mendownload softwere Guitar Pro 6. anda menuju klik Ultimate Guitar untuk mencari lirik atau chord guitar yang anda suka. Silahkan Mencoba..
1. Yususf Mansur-Menangis dan Tertawa
2. Yusuf Mansur-10 Kali Lipat
3. Yusuf Mansur-Pengajaran Tauhid dan Akhlak Mulia Kepada Anak
4. Yusuf Mansur-Mengutamakan Allah
5. Yusuf Mansur-Memberi Makanan
6. Yusuf Mansur-Pohon Petai Berbicara
7. Yusuf Mansur-Mendambakan Keturunan
8. Yusuf Mansur-Tafsir Q.S An-Naba
9. Yusuf Mansur-Ujian dan Adzab
10. Yusuf Mansur-Tahajud
11. Quraish Shihab-kultum-Berusaha Untuk Tidak Miskin
12. Quraish-Shihab-kultum-Cahaya
13. Quraish Shihab-kultum-Faedah Makanan halal
14. Quraish Shihab-kultum-Fitrah Manusia
15. Quraish Shihab-kultum-Seni
16. Quraish Shihab-kultum-Dosa
17. Quraish Shihab-kultum-Takdir
18. Quraish Shihab-kultum-Gaib
19. Quraish Shihab-kultum-Ayat ayat Allah
20. Quraish Shihab-kultum-Ikhlas
2. Yusuf Mansur-10 Kali Lipat
3. Yusuf Mansur-Pengajaran Tauhid dan Akhlak Mulia Kepada Anak
4. Yusuf Mansur-Mengutamakan Allah
5. Yusuf Mansur-Memberi Makanan
6. Yusuf Mansur-Pohon Petai Berbicara
7. Yusuf Mansur-Mendambakan Keturunan
8. Yusuf Mansur-Tafsir Q.S An-Naba
9. Yusuf Mansur-Ujian dan Adzab
10. Yusuf Mansur-Tahajud
11. Quraish Shihab-kultum-Berusaha Untuk Tidak Miskin
12. Quraish-Shihab-kultum-Cahaya
13. Quraish Shihab-kultum-Faedah Makanan halal
14. Quraish Shihab-kultum-Fitrah Manusia
15. Quraish Shihab-kultum-Seni
16. Quraish Shihab-kultum-Dosa
17. Quraish Shihab-kultum-Takdir
18. Quraish Shihab-kultum-Gaib
19. Quraish Shihab-kultum-Ayat ayat Allah
20. Quraish Shihab-kultum-Ikhlas
1.
Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran mengandung makna adanya kegiatan mengajar dan belajar, di mana
pihak yang mengajar adalah guru dan yang belajar adalah siswa, yang
berorientasi pada pengembangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa
sebagai sasaran pembelajaran. Dalam proses
pembelajaran akan mencakup berbagai komponen lainnya, seperti media, kurikulum, dan fasilitas
pembelajaran. Arikunto mengemukakan “pembelajaran adalah suatu kegiatan
yang mengandung terjadinya proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan
sikap oleh subjek yang sedang belajar”. Lebih lanjut Arikunto mengemukakan
bahwa “pembelajaran adalah bantuan pendidikan kepada anak didik agar mencapai
kedewasaan di bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap”.[1]
Pembelajaran
adalah suatu kombinasi yang terorganisir yang meliputi unsur-unsur manusiawi,
material, fasilitas, perlengkapan dan prosedural yang berinteraksi untuk
mencapai suatu tujuan.[2]
Sedangkan
menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 menyatakan
bahwa “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”.[3]
Dari berbagai
pendapat pengertian pembelajaran di atas, maka penulis dapat menarik suatu kesimpulan, bahwa pembelajaran merupakan suatu proses
kegiatan yang memungkinkan guru dapat mengajar dan siswa dapat menerima materi
pelajaran yang diajarkan oleh guru secara sistematik dan saling mempengaruhi
dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan pada
suatu lingkungan belajar.
Proses
pembelajaran merupakan proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari
sumber pesan melalui saluran atau media tertentu
kepenerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran atau media dan
penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Proses yang akan
dikomunikasikan adalah isi ajaran ataupun didikan yang ada dalam kurikulum,
sumber pesannya bisa guru, siswa, orang lain ataupun penulis buku dan
media.
Demikian pula
kunci pokok pembelajaran ada pada guru (pengajar), tetapi bukan berarti dalam
proses pembelajaran hanya guru yang aktif sedang siswa pasif. Pembelajaran
menuntut keaktifan kedua belah pihak yang sama-sama menjadi subjek
pembelajaran. Jadi, jika pembelajaran ditandai oleh keaktifan guru sedangkan
siswa hanya pasif, maka pada hakikatnya kegiatan itu hanya disebut mengajar.
Demikian pula bila pembelajaran di mana siswa yang aktif tanpa melibatkan
keaktifan guru untuk mengelolanya secara baik dan terarah, maka hanya disebut
belajar. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menuntut keaktifan guru dan
siswa.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
pembelajaran adalah suatu kegiatan belajar mengajar yang didalamnya terdapat
interaksi positif antara guru dengan siswa dengan menggunakan segala potensi
dan sumber yang ada untuk menciptakan kondisi belajar yang aktif dan
menyenangkan.
2.
Tujuan
Pembelajaran
Tujuan
pembelajaran pada hakekatnya mempunyai kedudukan yang sangat penting. Tujuan
pembelajaran ini merupakan landasan bagi:[4]
a.
Penentuan isi (materi) bahan ajar.
b. Penentuan
dan pengembangan strategi pembelajaran.
c.
Penentuan dan pengembangan alat evaluasi.
Tujuan pembelajaran dapat diklasifikasikan
atas tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah pernyataan umum tentang
hasil pembelajaran yang diinginkan yang mengacu pada struktur orientasi,
sedangkan tujuan khusus adalah pernyataan khusus tentang hasil pembelajaran
yang diinginkan yang mengacu pada konstruk tertentu.
Tujuan umum pembelajaran dapat
dibedakan atas:[5]
a.
Tujuan yang
bersifat orientatif, dapat diklasifikasikan pula atas 3 tujuan, yakni:
1) Tujuan
orientatif konseptual
Pada tujuan ini tekanan utama pembelajaran adalah agar
siswa memahami konsep-konsep penting yang tercakup dalam suatu bidang studi.
2) Tujuan orientatif prosedural
Pada tujuan ini tekanan utama pembelajaran adalah agar
siswa belajar menampilkan prosedur.
3) Tujuan orientatif teoritik
Pada tujuan ini tekanan utama pembelajaran adalah agar
siswa memahami hubungan kausal penting yang tercakup dalam suatu bidang studi.
b.
Tujuan
pendukung dapat diklasifikasikan menjadi 2 tujuan, yakni:
1) Tujuan pendukung prasyarat, yaitu tujuan pendukung yang
menunjukkan apa yang harus diketahui oleh siswa agar dapat mempelajari tugas
yang didukungnya.
2) Tujuan pendukung konteks, yaitu tujuan pendukung yang
membantu menunjukkan konteks dari suatu tujuan tertentu dengan tujuan yang
didukungnya.
Selain
tujuan umum dan tujuan khusus di atas, terdapat pula tujuan pembelajaran yang
lain yaitu untuk mengembangkan kemampuan, membangun watak dan peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka pencerdasan kehidupan bangsa.
3.
Materi pembelajaran
Materi pembelajaran pada dasarnya merupakan isi dari kurikulum, yakni
berupa mata pelajaran atau bidang studi dengan topik atau sub topik dan rinciannya. Isi dari proses pembelajaran tercermin dalam
materi pembelajaran yang dipelajari oleh siswa. menerangkan materi pembelajaran
adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Tanpa
materi pembelajaran proses belajar mengajar tidak akan berjalan.[6]
Materi pembelajaran disusun secara sistematis dengan mengikuti prinsip
psikologi. Agar materi pembelajaran itu dapat mencerminkan target yang jelas
dari perilaku siswa setelah mengalami proses belajar mengajar. Materi
pembelajaran harus mempunyai lingkup dan urutan yang jelas. Lingkup dan urutan
itu dibuat bertolak dari tujuan yang dirumuskan.
Materi pembelajaran berada dalam ruanglingkup isi kurikulum. Karena itu,
pemilihan materi pembelajaran tentu saja harus sejalan dengan ukuran-ukuran
yang digunakan untuk memilih isi kurikulum bidang studi yang bersangkutan.
beberapa kriteria pemilihan materi pembelajaran yang akan dikembangkan dalam sistem pembelajaran dan yang mendasari penentuan strategi
pembelajaran, yaitu:[7]
a.
Kriteria tujuan pembelajaran.
Suatu materi pembelajaran yang
terpilih dimaksudkan untuk mencapai
tujuan pembelajaran khusus atau tujuan-tujuan tingkah laku. Karena itu, materi
tersebut agar sejalan dengan tujuan-tujuan yang telah dirumuskan.
b.
Materi pembelajaran supaya
terjabar.
Perincian materi pembelajaran
berdasarkan pada tuntutan dimana setiap tujuan pembelajaran khusus yang
dijabarkan telah dirumuskan secara spesifik,
dapat diamati dan terukur. Ini berarti terdapat keterkaitan yang erat antara
spesifikasi tujuan dan spesifikasi materi pembelajaran.
c.
Relevan dengan kebutuhan siswa
Kebutuhan siswa yang pokok adalah
bahwa mereka ingin berkembang berdasarkan potensi yang dimilikinya, karena setiap materi pembelajaran yang akan disajikan
hendaknya sesuai dengan usaha untuk mengembangkan pribadi siswa secara bulat
dan utuh. Beberapa aspek di antaranya adalah pengetahuan sikap, nilai, dan
keterampilan.
d.
Kesesuaian dengan kondisi
masyarakat.
Siswa dipersiapkan untuk menjadi
anggota masyarakat yang berguna dan mampu hidup mandiri. Dalam hal ini, materi
pembelajaran yang dipilih hendaknya turut membantu mereka memberikan pengalaman
edukatif yang bermakna bagi perkembangan mereka menjadi manusia yang
mudah menyesuaikan diri.
e.
Materi pembelajaran mengandung
segi-segi etik.
Materi pembelajaran yang dipilih
hendaknya mempertimbangkan segi perkembangan moral siswa kelak. Pengetahuan dan
keterampilan yang bakal mereka peroleh dari materi pelajaran yang telah mereka
terima di arahkan untuk mengembangkan dirinya sebagai manusia yang etik sesuai
dengan sistem nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
f.
Materi pembelajaran tersusun
dalam ruang lingkup dan urutan yang sistematik dan logis.
Setiap materi pembelajaran
disusun secara bulat dan menyeluruh, terbatas ruang lingkupnya dan terpusat
pada satu topik masalah tertentu. Materi disusun secara berurutan dengan
mempertimbangkan faktor perkembangan psikologi siswa. Dengan cara ini
diharapkan sisi materi tersebut akan lebih mudah diserap siswa dan dapat segera
dilihat keberhasilannya.
g.
Materi pembelajaran bersumber
dari buku sumber yang baku, pribadi guru yang ahli, dan masyarakat.
Ketiga faktor tersebut perlu
diperhatikan dalam memilih materi pembelajaran. Buku sumber yang baku umumnya
disusun oleh para ahli dalam bidangnya, kendatipun belum tentu lengkap
sebagaimana yang diharapkan. Dari berbagai pengertian diatas
dapat disimpulkan bahwa materi pembelajaran merupakan komponen pembelajaran
yang sangat penting. Tanpa materi pembelajaran proses pembelajaran tidak dapat
dilaksanakan. Oleh karena itu, materi pembelajaran yang dipilih harus
sistematis, sejalan dengan tujuan yang telah dirumuskan, terjabar, relevan
dengan kebutuhan siswa, sesuai dengan kondisi masyarakat sekitar, mengandung
segi-segi etik, tersusun dalam ruang lingkup yang logis, dan bersumber dari
buku.
4.
Metode pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan,
menguraikan, dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Metode pembelajaran yang ditetapkan guru
memungkinkan siswa untuk belajar proses, bukan hanya belajar produk. Belajar
produk pada umumnya hanya menekankan pada segi kognitif. Sedangkan belajar
proses dapat memungkinkan tercapainya tujuan
belajar baik segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Oleh karena itu, metode pembelajaran diarahkan untuk
mencapai sasaran tersebut, yaitu lebih banyak menekankan pembelajaran melalui
proses. Dalam hal ini guru dituntut agar mampu memahami kedudukan metode
sebagai salah satu komponen yang ikut ambil bagian bagi keberhasilan kegiatan
belajar mengajar. Untuk melaksanakan proses pembelajaran perlu dipikirkan
metode pembelajaran yang tepat. ketepatan penggunaan metode pembelajaran
tergantung pada kesesuaian metode pembelajaran materi pembelajaran, kemampuan guru,
kondisi siswa, sumber, fasilitas, situasi dan kondisi.[8]
[1] Arikunto,
Suharsimi. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. (Jakarta: Rineka
Cipta. 1993), hlm. 12
[2] Sanjaya, Perencanaan dan Desain
Sistem Pembelajaran. (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008), hlm. 6
[4] Baharudin,
Wahyuni dan Esanur, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Yogyakarta: Ar Rozz, 2008), hlm. 17
[6] Djamarah,
Syaiful Bakri Prestasi Belajar Kompetensi Guru. (Surabaya: 2006 PT. Usaha Nasional) hlm. 43
Tembang Music Indonesia
1. Naif-Air dan Api
2. Ipang-Bintang Hidupku
3. Wali Band-Kekasih Halal
4. Noah-Separuh Aku
5. Geisha-Kamu Yang Pertama
6. Cakra Khan-Harus Terpisah
7. Maher Zain-Assalamu Alayka
8. Rossa feat Broery-Jangan Ada Dusta Di Antara Kita
9. Ungu-Yogyakarta
10.Burgerkill-Only The Strong
1. Naif-Air dan Api
2. Ipang-Bintang Hidupku
3. Wali Band-Kekasih Halal
4. Noah-Separuh Aku
5. Geisha-Kamu Yang Pertama
6. Cakra Khan-Harus Terpisah
7. Maher Zain-Assalamu Alayka
8. Rossa feat Broery-Jangan Ada Dusta Di Antara Kita
9. Ungu-Yogyakarta
10.Burgerkill-Only The Strong

